Cahaya bulan sepatutnya tumpah dan hanya melihat suaranya di tengah awan yang jatuh menjadi sesuatu yang hening Waktu mendengar bunyi yang disimpan di dalam halkum bungkam ada aksara yang menyatu diam-diam menjadi dian memberi salam cahaya bulan yang kurang berkembang, di manakah bunyi itu bersembunyi saat mula mengerti aroma yang mulai bersuara adalah ketiadaan yang sering ada Diam-diam kuintai senyummu tapi hanya saat ini juga bunyimu belum ditemui, apakah kembali? Sebentar lagi seperti sejarah yang tertulis maka baik dibaca peristiwa itu sebelum terjadi catatan yang tersesat di belukar malam benar, sebentar lagi akan terjadi peristiwa yang tidak dilupakan.
Katakanlah mereka berkata: akarmu menjalar memperdaya akal jangan relakan terbinanya jurang meruangi sulit sangka merobek-robek jantung cinta biarlah mereka berkata apa saja asal akarmu tahu di mana liku-likunya sambil memahami teguhnya pohon dialami bermacam ragam musim, dengarlah mereka berkata yang didengar jangan hanya dusta yang diucapkan jangan cuma kata-kata mengapa tak bertanya: siapakah penghalang keutuhan akarmu? Berilah ruang kata-kata menyantuni maknanya mata batin mentafsir kebijaksanaan menterjemahkan sekian rasa menjelaskan peribadi sasa, katakanlah apa saja kerana kata-kata adalah suara yang tak pernah beku dan tak mungkin pasti dipercayai, kata-kata adalah suara yang menghantar akal ke daerah sejarahnya menyaringkan manis dari cairan hempedu, katakanlah mereka tahu bersuara lihatlah pada nilai dan maknanya tahu di manakah pokok dan di manakah akarnya di situlah berdirinya akal mencekalkan pengertian biarlah mereka berkata kagumilah wajahmu di atas cermin sendiri. Ikata...
Orang-orang gendut di dalam kota menyimpan perut yang kenyang hari ini masih makan di dalam mobil sambil ketawa dan menyimpan angan-angan tentang makan dan makan Orang-orang gendut di dalam desa mencari perut yang lapar duduk di kaki lima menghirup kopi pekat sepiring ubi kayu dan ikan kering senyum sumbing disapa anak-anak muda pulang dari sekolah Orang-orang gendut di dalam kantor tekun di hadapan meja mengukir tadbir menulis kelibat orang bawah sesekali menjeling setiausaha asyik chit chat kekasih siber Orang-orang gendut di luar kamar ketua tak diam setelah boss tiada buka monitor masuk alam maya melayar web demi web kekadang gila mencari sahabat sambil mencuci mata Orang-orang boleh gendut kerana kenyang orang-orang boleh gendut kerana senang orang-orang boleh gendut kerana kepayang orang-orang boleh gendut kerana gilabayang orang-orang boleh gendut kerana hilang pedoman
Comments