Katakanlah mereka berkata: akarmu menjalar memperdaya akal jangan relakan terbinanya jurang meruangi sulit sangka merobek-robek jantung cinta biarlah mereka berkata apa saja asal akarmu tahu di mana liku-likunya sambil memahami teguhnya pohon dialami bermacam ragam musim, dengarlah mereka berkata yang didengar jangan hanya dusta yang diucapkan jangan cuma kata-kata mengapa tak bertanya: siapakah penghalang keutuhan akarmu? Berilah ruang kata-kata menyantuni maknanya mata batin mentafsir kebijaksanaan menterjemahkan sekian rasa menjelaskan peribadi sasa, katakanlah apa saja kerana kata-kata adalah suara yang tak pernah beku dan tak mungkin pasti dipercayai, kata-kata adalah suara yang menghantar akal ke daerah sejarahnya menyaringkan manis dari cairan hempedu, katakanlah mereka tahu bersuara lihatlah pada nilai dan maknanya tahu di manakah pokok dan di manakah akarnya di situlah berdirinya akal mencekalkan pengertian biarlah mereka berkata kagumilah wajahmu di atas cermin sendiri. Ikata...
Comments