Citra Warga
(iltizam kepada IPS)
I.
Kami sentiasa tergerak sambil menjunjung bendera moyang.
kami diikat di bawah bumbung harapan-harapan wawasan.
kami dikumpul merapatkan segala citra seniman.
Bendera sebenarnya berkibar lewat matabatin yang yakin
bertebar, memutar angin peralihan, membina minda wira
mara menyemarak tinta.
wawasan sesungguhnya rumah jatidiri membina waja berani
fajar bakti merelung bumi, tanah air kami, diikat seutuhnya
tanpa sedikitpun luntur ketika tunas sudah menjadi pohon rimbun.
hanya seniman yang membina bangsanya, mentafsir
ketulusan warga, menterjemah kata mekar juang
siaga memartabat negara, satu, tiada dua!
II.
Kami, kumpulan wira bumi yang kecil tapi bernas dan ceria
kami, kumpulan warga terampil yang menjunjung sejuta citra
kami, kumpulan muda yang menjulang tinggi cita-cita
kami tak undur walaupun satu, satu tak bertinta
dan satu, satu tak berdarah merah
walaupun satu, satu kehilangan kata-kata
dan satu, satu tak berpunca hala
Di sini daerah kami yang murni, memelihara makna percaya
seiring berganding fikir dan bicara
meletakkan pedoman masa silam meraih makna masa depan.
di tangan kami dunia harus menebus segala luka sengketa
segala luka dusta, segala luka haloba!
III.
Beginilah tatkala tersiat di dada pisau makna cinta
mencairkan beku darah yang kemudian terbakar
membuak bahangnya ke seluruh rasa
menyeberang ke jambatan batin, membakarnya, kemudian
tertegun apabila siap tiang bendera yang akan dikibarkan
dan berarak segak, bangga siaga menuju rumah masa depan
Ikatan Penulis Sabah
I.
Kami sentiasa tergerak sambil menjunjung bendera moyang.
kami diikat di bawah bumbung harapan-harapan wawasan.
kami dikumpul merapatkan segala citra seniman.
Bendera sebenarnya berkibar lewat matabatin yang yakin
bertebar, memutar angin peralihan, membina minda wira
mara menyemarak tinta.
wawasan sesungguhnya rumah jatidiri membina waja berani
fajar bakti merelung bumi, tanah air kami, diikat seutuhnya
tanpa sedikitpun luntur ketika tunas sudah menjadi pohon rimbun.
hanya seniman yang membina bangsanya, mentafsir
ketulusan warga, menterjemah kata mekar juang
siaga memartabat negara, satu, tiada dua!
II.
Kami, kumpulan wira bumi yang kecil tapi bernas dan ceria
kami, kumpulan warga terampil yang menjunjung sejuta citra
kami, kumpulan muda yang menjulang tinggi cita-cita
kami tak undur walaupun satu, satu tak bertinta
dan satu, satu tak berdarah merah
walaupun satu, satu kehilangan kata-kata
dan satu, satu tak berpunca hala
Di sini daerah kami yang murni, memelihara makna percaya
seiring berganding fikir dan bicara
meletakkan pedoman masa silam meraih makna masa depan.
di tangan kami dunia harus menebus segala luka sengketa
segala luka dusta, segala luka haloba!
III.
Beginilah tatkala tersiat di dada pisau makna cinta
mencairkan beku darah yang kemudian terbakar
membuak bahangnya ke seluruh rasa
menyeberang ke jambatan batin, membakarnya, kemudian
tertegun apabila siap tiang bendera yang akan dikibarkan
dan berarak segak, bangga siaga menuju rumah masa depan
Ikatan Penulis Sabah
Comments